BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Sarjono mengkritisi peningkatan sektor pendidikan yang terus dilakukan justru di wilayah perkotaan Kotim.
Sementara di wilayah pedalaman Kotim masih menuai tanda tanya. Apalagi, legislator kerap menemukan fasilitas pendidikan di pedalaman yang jauh dari kata layak.
"Saya lihat pembangunan ruang kelas misalnya, di sekolah kawasan perkotaan terus dilakukan. Padahal fasilitas yang ada masih bagus. Dibongkar, kemudian bangun yang baru," kata Sarjono, Sabtu (10/11/2018).
Sementara sekolah di pedalaman yang harusnya tersentuh pembangunan, justru terabaikan. Seharusnya jika pemerintah serius menyelesaikan permasalahan sektor pendidikan, harus melihat mana yang prioritas.
"Saya pesimistis, persoalan fasilitas pendidikan ini mampu terselesaikan dalam satu hingga dua tahun terakhir ini," tegasnya.
--page
Pasalnya, sejauh ini belum ada usulan untuk pembangunan sarana pendidikan di sana. Di sisi lain, APBD Kotim sudah banyak tersedot untuk anggaran proyek multiyears.
"Kembali lagi ke pemerintah serius atau tidak. Jika tidak, kondisi sekolah di pedalaman akan terus seperti ini," pungkasnya. (NACO/B-11)








