PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Di era global saat ini, minat membaca masyarakat indonesia masih bisa dikatakan rendah. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Nasional Yayasan Lembaga Gemar Membaca Indonesia, Marlis, Sabtu (10/11/2018).

Masril mengatakan, minat baca masyarakat Indonesia menurut penelitian dari Unesco hanya 0,0001% atau hanya 1/1000 saja masyarakat berminat untuk membaca.

"Dari penelitian Unesco, minat bangsa Indonesia dalam membaca hanya 1/1000. Jadi kalau dikumpulkan 1000 orang, hanya 1 orang yang memiliki minat untuk membaca," jelas Masril.

Selain itu, Indonesia menempati posisi 60 dari 61 negara dalam peringkat minat baca dunia. "Indonesia hanya setingkat lebih tinggi 1 tingkat di atas Boswana yang ada di Afrika, dan posisi kita di bawah Thailand," ujar Masril.

Selain itu Masril menambahkan, rendahnya minat baca berpengaruh pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masyarakat Indonesia.

--page

"Jika minat baca rendah tentu ilmu yang didapat juga sedikit. Ini tentu berpengaruh pada IPM masyarakat. Saat ini saja IPM masyarakat Indonesia hanya 14,6 sangat jauh jika dibandingkan dengan Malaysia yang IPM-nya mencapai 28," kata Masril.

Dalam mengatasi kurangnya minat baca tersebut, Yayasan Gemar Membaca Indonesia (Yagemi) bersama Pemerintah membentuk Program Pustaka Bergilir Buku masuk Rumah yang akan dilaksanakan di 20 provinsi di seluruh Indonesia. (AGUS/B-2)