PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Program Pustaka Bergilir Buku Masuk Rumah ini berawal dari kerisauan terhadap tingkat literasi yang rendah di kalangan masyarakat.

"Kami melihat ada yang salah dari salah dari minat membaca orang Indonesia. Padahal anggaran pemerintah itu setiap tahun luar biasa untuk buku, untuk sekolah, dan untuk perpustakaan. Buku dibagikan gratis tapi tidak pengaruh terhadap peningkatan literasi Indonesia," jelas Koordinator Nasional Yagemi, H Masril, Sabtu (10/11/2018).

Masril juga menjelaskan, pihaknya akan menyediakan buku sebanyak 1000 buah buku yang akan dialokasikan untuk 200 rumah di tiap desa. Kemudian, ada 2 petugas yang ditempatkan untuk mengawasi dan mengedarkan buku tersebut.

"Jadi dari 1.000 buku yang dialokasikan, kami bagi ke dalam jumlah tertentu, kemudian kami antar ke masing-masing rumah di desa tersebut. Setelah 15 hari buku tersebut akan diambil oleh petugas untuk ditukar ke rumah-rumah warga yang lain," terangnya.

Lebih jauh Masril mengatakan, program pustaka bergilir tersebut akan dilangsungkan selama 1 tahun. "Kami akan langsungkan program ini selama 1 tahun. Sebagai contoh Desa Sorlawe di Sumatra Barat. Mereka butuh 8 bulan untuk dapat terbiasa dengan membaca," kata Masril. (AGUS/B-2)