BORNEONEWS, Palangka Raya - Target Program Pustaka Bergilir Buku Masuk Rumah adalah kebiasaan membaca dalam rumah tangga. Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Nasional Yademi Marlis, Sabtu (10/11/2018).
Marlis mengatakan tujuan dari Progam Pustaka Bergilir adalah untuk memunculkan kebiasaan membaca di dalam keluarga, karena dengan kebiasaan membaca itu, keluarga akan menjadi lebih mandiri.
"Kalau kebiasaan membaca itu sudah terbentuk, tentunya mereka akan mencari literatur-literatur yang lain untuk dibaca. Jadi pustaka yang dulu tidak terbaca pasti akan dibaca, karena sudah tumbuh minat membaca disitu," kata Marlis.
Selain menjadikan sebuah kebiasaan dalam rumah, Yademi juga ingin membaca menjadi sebuah buadaya baru di masyarakat desa, khususnya para orang tua yang dulunya tidak peduli akan buku bacaan.
"Kami ingin menumbuhkan budaya baru terlebih untuk para orangtua, para petani yang dulunya anti dengan buku bacaan jadi mau untuk membaca. Jadi dengan referensi-referensi yang dia baca, akan timbul ilmu-ilmu baru, jadi dengan ilmunya tersebut kehidupan mereka bisa lebih berkembang," kata Marlis.
--page
Lebih jauh Marlis menjelaskan, pihaknya akan berkonsentrasi dan mengawasi penuh program tersebut agar dapat berjalan dan terlaksana sesuai target yang diharapkan.
"Kami akan awasi, petugas sudah kami tempatkan di tiap desa. Jadi mungkin dalam seminggu setelah dibagi buku tidak mau dibaca, dalam sebulan tidak mau juga. Tapi jika kita tetap berusaha untuk memberi terus menerus tentu mereka akan malu sendiri jika tidak membaca," jelas Marlis.
Ada 5 kategori buku yang akan dialokasikan bagi desa dalam program Pustaka Bergilir Masuk Desa, di antaranya buku bacaan bapak, buku bacaan ibu, buku bacaan remaja, buku anak SD dan anak TK. (AGUS/B-2)








