PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Program Pustaka Bergilir Masuk Rumah yang dilaksanakan di 13 kabupaten dan 1 kota di Kalimantan Tengah membutuhkan sejumlah dana Rp 68 Juta per tahun. Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Nasional Yegemi, Marlis. Sabtu (10/11/2018).

Marlis menjelaskan jika dana Rp68 juta tersebut selanjutnya akan dipergunakan untuk pengadaan buku serta operasional dari para petugas di lapangan.

"Jadi biaya Rp68 juta per tahun itu untuk pengalokasian 1000 buah buku selama 1 tahun disetiap desa. Bukan cuma buku, tapi juga sudah termasuk para petugasnya, pelatihannya, di tambah monitoring system. Termasuk juga gaji-gaji dari setiap koordinator di tiap kecamatan, kabupaten, maupun provinsi," katanya.

Anggaran tersebut bisa didapat dari APBN, APBD, atau Dana Desa, tegantung dari kebijakan pemerintah daerah. Marlis juga menambahkan jika dana yang diminta untuk pelaksaan program Pustaka Bergilir jauh lebih murah dibanding dengan anggaran untuk pengadaan perpustakaan keliling.

"Dana ini masih terbilang murah dibanding dengan program perpustakaan keliling yang sebelumnya sudah ada yang anggarannya mencapai 120 juta per tahunnya, tapi pembacanya kurang, karena sasarannya belum tepat," katanya.

--page

Marlis juga menegaskan jika program ini adalah sebagai sarana bagi masyarakat untuk terbiasa membaca buku, karena sistem antar jemput yang diberlakukannya lebih tepat sasaran dibanding dengan pustaka keliling yang dirasa kurang efisien.

"Kami tidak menjual buku, tapi kami menyediakan sistem agar orang bisa membaca buku di rumah dan buku itu akan kami ganti setiap 15 hari," tegasnya. (AGUS/B-6)