PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dari sekian banyak sekolah, hingga saat ini hanya ada 224 sekolah di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang tersentuh Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

"Kalau dihitung mungkin baru ada 224 sekolah tingkat SD, SMP dan SMA sederajat di Kalteng ini yang menerapkan SPMI," ucap Kepala Dinas Pendidikan provinsi Kalteng Slamet Winaryo, Minggu (11/11/2018).

"Ditambah ada 250 sekolah Imbas, padahal sekolah di Kalteng ini keseluruhan berjumlah 4.386, itu artinya ada sekitar 3.800 lebih yang masih belum tersentuh sistem mutu pendidikan," lanjutnya.

Slamet mengatakan banyaknya sekolahan yang belum tersentuh Sistem Penjaminan Mutu Internal menjadi tanggungjawab sekaligus tantangan pihak terkait dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kalteng.

"Kita mempunyai 1 kota dan 14 Kabupaten dan hingga kini dari 138 kabupaten se-Kalteng, diantaranya 97 persen sudah memiliki SLTA," ujarnya, Minggu (11/11/2018).

Dia menjelaskan ada beberapa kecamatan yang memang agak sulit untuk dilakukan pembangunan karena berbagai pertimbangan.

Selain itu pihaknya mengatakan terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan dengan membangun sekolah SLTA di hampir setiap kecamatan se Kalteng. Hingga kini dari 138 kecamatan di Kalteng,97 persen kecamatan sudah miliki SMA. (GAZALI/B-6)