SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Hero Harapanno Mandouw berharap agar Akademi Keperawatan (Akper)  Pemkab Kotim tetap bisa eksis. 

"Dengan waktu yang tersisa sebelum pengesahan RAPBD ini, Pemkab Kotim harus mencari solusi," kata Hero, Minggu (11/11/2018).

Politisi Partai Demokrat ini sangat menyayangkan munculnya masalah Akper disela-sela pembahasan. Sehingga DPRD harus menunda pembahasan tingkat akhir beberapa hari kedepan. 

"Masalah itu seakan tidak dicari  jalan keluarnya sebelum masuk ke DPRD, sehingga muncul sudah seperti saat ini," tukasnya.

Bagaimanapun kata dia kampus itu harus diupayakan tetap ada,  apakah itu nanti diswastakan atau masih ikut pemerintah daerah dengan solusi merubah perda yang ada.

--page

Masalah ini kata dia sebenarnya ranah eksekutif, tapi ternyata mereka juga melempar bola panas itu ke DPRD. Seyogyanya status Akper itu  ada di tangan pemerintah daerah dalam hal ini eksekutif untuk mencari jalan keluarnya.

"Jangan dibiarkan, kasihan mahasiswa yang masih tersisa," pungkas pria yang sudah dua periode duduk di DPRD Kotim itu. (NACO/B-5)