BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Hero Harapanno Mandouw menyatakan jika memang tidak ada solusi lagi terkait persoalan Akademi Keperawatan Pemkab Kotim satu-satunya solusi dengan menywastakannya.
"Karena saya yakin dengan statusnya diubah menjadi swasta maka tidak akan menghambat proses akademik di kampus itu," kata Hero, Minggu (11/11/2018).
Akper berstatus swasta menurut Hero tidak masalah dan tidak akan berpengaruh terhadap perkembangannya. Buktinya di Kotim perguruan tinggi yang berkembang pesat justru swasta.
“Kalau swasta tidak masalah juga karena kita lihat ada beberapa kampus swasta di Sampit ini yang perkembangannya pesat,' tukasnya.
Hero mengakui Akper selama ini memang jadi andalan untuk mencetak tenaga medis terutama perawat di Kotim. Kampus itu banyak mendidik putra-putri di daerah ini dan meluluskannya untuk kembali mengabdi di kampung halamannya.
--page
Lanjutnya sumbangsih Akper untuk sektor kesehatan di Kotim tidak bisa diabaikan, perawat yang ada dipedalaman itu banyak dari lulusan lokal.
"Makanya kami ingin kampus itu tetap ada, kalau ada solusi kita harus mengupayakannya,“tandasnya. (NACO/B-5)








