BORNEONEWS, Muara Teweh - Pihak Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Mabes TNI-AD) memantau stok pangan terkait ketahanan pangan ke Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara.
Dalam pemantauan tersebut pihak Mabes TNI AD didampingi Wakil Bupati Barito Utara Sugianto Panala Putra dan kepala dinas terkait.
Menurut Kepala Sub Divre Bolug Muara Teweh Abdul Azis, Minggu (11/11/2018), pemantauan yang dilakukan Mabes TNI itu sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas pangan nasional.
Tim Mabes TNI AD dari tim Sergap langsung turun memantau ketersediaan beras di Muara Teweh.
“Saat ini stok bulog Muara Teweh ada sekitar 643 ton, kemudian gudang wilayah Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya ada sekitar 450 ton. Dan kualitas beras sangat bagus, dengan stok yang ada bisa dipastikan sampai tahun baru aman,” katanya.
--page
Terkait pemantauan stok ketahanan pangan yang dilakukan Mabes TNI-AD di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Muara Teweh, hal ini untuk memastikan serapan dan jumlah konsumsi masyarakat akan beras Bulog, termasuk juga penerimaan dari petani.
Untuk wilayah Barito Utara, hasil pembelian dari petani sangat minim. Oleh karena itu seluruh beras yang datangkan berasal dari beras pemerintah. "Mereka datang selain memantau juga melihat dan memonitoring serapan beras," kata Abdul Azis.
Saat ini juga, terang dia, bulog Muara Teweh menyimpan stok beras pemerintah. Beras ini nantinya digunakan untuk keperluan bencana alam seperi banjir dan tanah longsor. “Apabila pemerintah memerlukan, maka akan dikeluarkan, tapi keperluannya untuk kegiatan sosial seperti musibah bencana alam,” katanya lagi.
Menurutnya, dalam penyediaan pangan, bulog juga bukan saja menyediakan beras, akan tetapi beberapa kebutuhan pokok lainnya seperti daging sapi. “Untuk daging sapi lebih murah dari pasaran. Kebutuhan daging di Kabupaten Barito Utara dan Murung Raya untuk saat ini masih aman, sebab bulog Muara Teweh juga punya stok hingga enam ton,” katanya.(RAMAHDANI/B-5)








