BORNEONEWS, Kasongan - Amblesnya Jalan Soekarno-Hatta Kasongan yang menyebabkan lubang menganga di tengah jalan tepatnya di Km 2,5, itu karena ruas jalan ini sering dilewati oleh kendaraan bertonase besar atau angkutan berat.
"Hampir setiap menit atau jam selalu ada saja kendaraan berat yang lewat Jalan Soekarno-Hatta ini, kalau tidak truk angkut sawit dan kayu juga truk tangki BBM," kata Adit warga Jalan Soekarno-Hatta Kasongan Minggu (11/11/2018).
Adit mengatakan, tidak jarang truk angkutan yang melintasi ruas jalan ini memuat angkutan yang melebihi batas maksimal yang telah ditentukan yakni lebih dari 8 ton.
Pasalnya, ruas jalan yang ada hanya memiliki beban maksimal 8 ton, lebih dari itu maka jalan akan rusak, apalagi intensitas kendaraan besar semakin meningkat.
Menurutnya, truk angkutan bertonase besar itu malah didominasi oleh kendaraan berpelat non KH atau Kalteng. Seperti DA (Kalsel) dan KT (Kaltim).
--page
"Harapan kita selaku warga masyarakat pemerintah melalui dinas terkait agar segera memperbaiki lubang di tengah jalan tersebut, sebab sangat membahayakan pengendara," imbuhnya.
Pantauan borneonews.co.id iring-iringan truk tangki BBM sejauh ini tidak jarang melintasi Jalan Soekarno-Hatta Kasongan arah Tumbang Samba.
Selain truk BBM isi 10 ribu liter, juga tidak sedikit truk BBM isi 5.000 liter yang melewati jalan ini hampir setiap harinya.
Pun demikian dengan truk angkutan sawit, dan kayu juga hampir setiap saat tampak melintasi ruas jalan ini. (ABDUL GOFUR/B-5)








