BORNEONEWS, Sampit - Banjir yang melanda Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ternyata tidak hanya terjadi di sejumlah jalan protokol dan pemukiman warga saja. Namun juga terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit.
Dari pantauan Borneonews.co.id, banjir tersebut terjadi sejak malam hari hingga pagi ini. Ini membuat para pembesuk yang datang, bahkan para perawat maupun dokter terganggu.
Banyak dari mereka memegangi sandal dan sepatunya agar tidak kebasahan. Banjir yang melanda rumah sakit tingginya mencapai mata kaki.
Beruntung tidak ada ruang rawat inap ataupun ruangan lainnya tergenang air. Hanya di bagian lorong saja yang digenangi air tersebut.
"Sudah sejak tadi malam banjir terjadi, namun sudah mulai sedikit surut saat ini," ujar seorang pegawai rumah sakit. Tidak ada ruang pasien mengalami kebanjiran, hanya ada beberapa ruangan saja seperti laboratorium yang sedikit kemasukan air, namun tidak mengganggu aktivitas para pegawai.
Banjir tersebut menjadi sebuah wahana permainan baru bagi anak-anak yang ikut orangtuanya membesuk. Mereka memanfaatkan momen ini untuk bermain air hingga melepaskan baju dan celana. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








