JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Selama ini Indonesia dan Malaysia seolah berjuang sendiri menangkal berbagai kampanye negatif terhadap sawit yang dilancarkan sejumlah organisasi internasional. Tapi kini ada negara baru yang akan berjuang bersama melawan diskriminasi atas komoditas tersebut.

Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) dalam konferensi yang dihelat di Malaysia pada pekan lalu, telah menerima Kolombia, yang merupakan negara penghasil minyak sawit terbesar di Amerika Latin, sebagai anggota baru organisasi tersebut.

Menteri Industri Utama Malaysia Teresa Kok mengatakan reputasi Kolombia diharapkan dapat membantu memperkuat CPOPC dan memberikan kemitraan strategis dalam meningkatkan kepentingan dari negara-negara penghasil minyak sawit dunia.

"Keterlibatan negara-negara penghasil minyak sawit di krusial dalam memperkuat upaya Malaysia dan Indonesia untuk menangkal kampanye negatif terhadap sawit oleh Uni Eropa," ujar Kok seperti dikutip The Edge Markets.

Sementara Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution yang mewakili Indonesia, menyebut kehadiran Kolombia sebagai anggota baru CPOPC dapat memberikan kekuatan baru bagi negara-negara penghasil minyak sawit dalam upaya memberikan pemahaman yang benar tentang manfaat sawit bagi kehidupan manusia, terutama di negara-negara berkembang.

--page

Adapun CPOPC memiliki tujuan untuk mengendalikan pasokan minyak sawit mentah (CPO) global, menstabilkan harga CPO, mempromosikan praktik pengelolaan industri sawit berkelanjutan dan meningkatkan kemakmuran bagi para petani sawit skala kecil. (NEDELYA RAMDADHANI/m)