PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Rencana aksi demo terkait dugaan pelecehan seksual oleh Kepala SMA 1 Pangkalan Bun US kepada seorang siswa laki-laki yang seharusnya berlangsung, Senin (12/11/2018) batal.

Sehari sebelum rencana aksi demo, berlangsung pertemuan di kediaman Bupati Kotawngin Barat Hj Nurhidayah dan diikuti oleh Kadis Pendidikan Provinsi Kalteng, Kadis Pendidikan Kabupaten Kobar, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB), perwakilan guru SMA 1, perwakilan siswa peserta aksi dan orang tua korban, ternyata menghasilkan kesepakatan bahwa aksi tersebut dibatalkan.. Pertemuan ini berlangsung Minggu (11/11/2018) sekitar pukul 18.00 WIB hingga 20.00 WIB

Dalam kesepakatan ini juga menyatakan bahwa Kepsek SMAN 1 Pangkalan Bun US mengundurkan diri dari jabatannya.

Surat pengunduran diri ini dibacakan dalam upacara bendera Senin (12/11/2018) oleh Kasubag Tugas Pembantuan Disdik Kobar Rahmad Trisdijanto yang menjadi pembina upacara saat itu.

Walau wartawan sempat dihalangi untuk melakukan peliputan, dari pengeras suara terdengar hingga batas pagar depan sekolah, pembina upacara membacakan surat pengunduran diri US selaku kepala sekolah

"Yang bertanda tangan di bawah ini US, dengan ini menyatakan mengundurkan diri dari jabatan kepala sekolah per 12 November 2018. Demikian surat ini kami buat tanpa paksaan dari pihak manapun," jelas Rahmad yang disambut tepuk tangan dan teriakan riuh dari para siswa. (YUDA/B-6)