BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok - Kualitas beras sejahtera (Rastra) yang akan disalurkan di Barito Selatan dinyatakan layak dikonsumsi. Hal tersebut disampaikan Kabag Perekonomian Setda Barsel, Aji Rario Pahmi, Senin (12/11/2018).

“Berdasarkan hasil pemantauan, kualitas beras medium yang akan disalurkan bagus dan layak dikonsumsi,” kata Aji Rario usai memantau stok beras di Bulog Buntok.

DIa mengatakan, pengecekan beras ini dilakukan pihaknya sebelum beras bantuan sosial (Bansos) tersebut disalurkan. Agar tidak ada menimbulkan permasalahan di lapangan. 

“Kalau komplain boleh saja, karena siapa tahu saat pengangkutan berasnya terjatuh ke air, jadi basah dan tidak layak. Bila kejadiannya seperti itu, boleh komplain asalkan tidak lebih dari 2 x 24 jam,” ucap dia. 

Beras tersebut akan disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Adapun jumlahnya pada 2018 ini tercatat sebanyak 3.121 KPM. 

--page

Dengan rincian, untuk jumlah keluarga prasejahtera yang menerima bantuan di Kecamatan Karau Kuala sebanyak 589 KPM, Kecamatan Jenamas sebanyak 158 KPM. 

Kemudian, Dusun Hilir sebanyak 596 KPM, Gunung Bintang Awai sebanyak 502 KPM, dan Kecamatan Dusun Selatan sebanyak 758 KPM. 

Penyalurannya, lanjut dia, dilakukan setiap dua bulan sekali. Dengan hitungan, setiap KPM mendapat 10 kilogram beras per bulannya. 

“Bansos rastra yang diterima setiap KPM itu tidak dipungut biaya tebus alias gratis,” ucap dia. 

Sementara, Kepala Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Buntok, Aditya Dwi Hanggara mengatakan, penyaluran beras rastra ini dimulai sejak 8 November2018. 

“Beras yang disalurkan ini untuk alokasi tiga bulan yakni untuk Oktober hingga Desember 2018. Totalnya 93.630 kilogram,” jelas dia. (URIUTU DJAPER/B-11)