BORNEONEWS, Nanga Bulik - Mantan Wakil Bupati Lamandau H Sugiyarto menganggap bahwa passing grade (ambang batas minimal) Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 ini terlalu tinggi. Hal itu pula yang dinilai menjadi penyebab rendahnya tingkat kelulusan peserta ujian SKD.
"Kalau saya lihat memang passing grade-nya terlalu tinggi," nilai mantan Wakil Bupati Sugiyarto saat turut meninjau pelaksanaan SKD CPNS di Area Gedung CAT Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lamandau, Selasa (13/11/2018).
Mantan Wakil Bupati Lamandau dua periode itu juga mengatakan, rendahnya angka kelulusan peserta SKD CPNS tidak hanya terjadi di Lamandau namun juga di berbagai daerah yang mengadakan rekrutment CPNS.
Artinya, kata dia, sangat sukar jika ditarik kesimpulan bahwa rendahnya tingkat kelulusan tahun ini disebabkan rendahnya kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM).
Sugiyarto juga menyayangkan tingginya penaikan poin passing grade khususnya untuk kategori materi Tes Karakter Pribadi (TKP), sehingga mayoritas peserta sulit untuk menggapainya.
--page
"Berdasrkan info yang saya dapat, selain materi soal SKD CPNS saat ini cukup berat, mayoritas peserta juga sulit melewati passing grade di materi TKP-nya yang poinnya sangat tinggi. Padahal, kalau tidak salah di CPNS sebelumnya kategori TKP itu passing grade-nya 125 poin, sedangkan sekarang 143. Artinya, di materi ini penaikan poinnya kan cukup tinggi. Beda halnya dengan dua kategori lain yang penaikan poinnya masing-masing hanya lima poin dari CPNS sebelumnya," beber dia.
Mantan Wakil Bupati ini juga berharap, kelak ada solusi alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Karena jika dibiarkan, daerah yang minim SDM di berbagai bidang seperti halnya di Lamandau akan sangat terbebani dan menghambat pembangunan. (HENDI NURFALAH/B-5)








