BORNEONEWS, Palangka Raya- Hasil pemilihan presiden (pilpres) pada 2019 sangat berpotensi memengaruhi wacana pemindahan ibu kota Negara Indonesia dari Jakarta ke Palangka Raya.
Hal itu disampaikan Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri saat ditemui awak media, Selasa (13/11/2018).
"Tentunya pilpres sangat mempengaruhi pemindahan ibu kota baru Indonesia di Palangka Raya. Karena 2019 adalah tongkat politik Indoensia," ujarnya.
"Pemindahan ini bukan sekedar wacana lagi. Namun kita akan melihat bagaimana peta politik pada 2019," lanjutnya.
Ia menjelaskan, Pemprov Kalteng saat ini sudah menyusun tim pembentukan ibu kota baru Indonesia yang diisi perwakilan dari instansi terkait.
--page
Selain itu, Pemprov Kalteng sudah membuat MoU dengan pemerintah kota terkait hibah lahan untuk pembentukan pemerintahan pusat di Palangka Raya. (GAZALI/B-3)








