BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Memasuki musim hujan yang diketahui cukup identik dengan penyakit demam berdarah dengeu (DBD), sehingga membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas mengajak warga aktif menjadi Juru pemantau jentik (Jumantik) disetiap rumah.
Pesan ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kapuas, Apendi. Dia mengatakan hal itu penting dalam melakukan pencegahan terhadap penularan penyakit DBD yang disebabkan oleh gigitan Aedes Aegypt.
"Mari menjadi Jumantik di rumah kita. Amati di dispenser, bak mandi, talang air, kaleng, belakang kulkas, di halaman untuk dicek apakah ada ban dan botol bekas, ban bekas. Segera di berantas," ungkap Apendi, Selasa (13/11/2018).
Dirinya meminta kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan efektif DBD, rutin seminggu sekali.
"Lindungi keluarga kita, tetangga kita, lingkungan kita. Jangan biarkan nyamuk DBD berkembang biak dg suka cita di rumah dan lingkungan kita," pintanya.
--page
Dia menganjurkan untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk 4 M plus yakni menutup, menguras, mengubur, dan memantau jentik.
"Pakailah obat nyamuk, tabur abate, kelambu, pasang kawat nyamuk, pelihara ikan pemakan jentik," tuturnya.
Menurut dia fogging hanyalah membunuh nyamuk dewasa. "Sementara telur dan jentik tidak mati dengan fogging. Jadi, fogging tidak efektif untuk pencegahan DBD," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-6)







