SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Seluruh Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta agar bersama-sama menjadikan kampung keluarga berencana (KB) sebagai sasaran prioritas kegiatan yang dilaksanakan. Hal ini dilakukan karena memang tidak ada dana khusus untuk merealisasikan sebuah kampung KB.

"Jadi untuk pembangunan kampung KB butuh dukungan kita semua, karena KB memiliki aspek positif bagi pembangunan masyarakat," ujar Wakil Bupati Kotim Taufiq Mukri, saat membuka kegiatan rapat teknis pengelola BOKB serta evaluasi intervensi SOPD di kampung KB Kotim, Selasa (13/11/2018).

Menjadikan kampung KB sendiri memiliki kriteria kusus, diantaranya adalah pinggiran, kumuh, dan tertinggal dalam program kependudukan, keluarga berencana serta pembangunan keluarga.

Sehingga dengan masuknya program sejumlah SKPD di kampung KB tersebut membawa dampak baik untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

"Dengan adanya hal itu, maka kesejahteraan masyarakat akan tercapai, dan pembangunan dapat dirasakan di kampung KB tersebut," ungkap Taufiq.

--page

Hal itu juga akan berdampak pada akses pendidikan, kesehatan, dan juga peluang ekonomi. Sehingga tidak ada salahnya, dilapangan nantinya SOPD di Kotim saling berkomunikasi dan berkoordinasi. Yang mana tujuan akhirnya memberikan dampak yang positif dan berkualitas bagi masyarakat.

Saat ini salah satu percontohan yang baik adalah pengembangan kampung KB di tanah mas. Dimana disana sudah ada tambak ikan jelawat yang sudah mulai berjalan. Sehingga hal tersebut bisa memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat.

"Mudah-mudahan kedepan makin banyak kampung KB yang ada di Kotim ini nantinya," harap Taufiq. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)