PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalimantan Tengah menggelar kegiatan Diskusi Terbatas dengan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Palangka Raya, di kantor IJTI Kateng, Rabu (14/11/2018).

"Kita inginkan informasi langsung dari PLN. Berbagai informasi yang bisa diberikan. Contohnya saja seperti kita dapati kenyataan bahwa di beberapa wilayah itu banyak pihak swasta yang bertindak sebagai penambah daya atau memberi aliran listrik untuk masyarakat. Seperti di Tamiang Layang, Pangkalan Bun, masyarakat bisa menikmati listrik karena disuplai oleh pihak swasta ini. Kita inginkan informasi di mana sisi PLN dalam hal ini, apakah mereka mendapat pembinaan PLN atau Suaka, bagaimana peran PLN untuk masyarakat dalam hal ini," kata Ketua Bidang Organisasi IJTI Kalteng, Agung menanyakan langsung kepada pihak PLN.

Pertanyaan-pertanyaan lain juga bermunculan dari peserta lain yang hadir dan langsung ditanggapi dengan baik.

"Listrik Swasta itu sifatnya akses power, dia punya pembangkit listrik lalu sisa energinya dijual ke PLN. Itu yang dialirkan ke masyarakat," kata Heri Manager Bidang Perencanaan, PT PLN UP3 Palangka Raya.

Meski demikian, menurut Heri sisa energi itu tidaklah banyak. (TESTI PRISCILLA/B-5)