SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dalam sehari,setidaknya ada 180 ton sampah rumah tangga baik itu organik maupun non organik yang berhasil diangkut oleh petugas kebersihan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 

"Dalam sahari ada 160 hingga 180 ton sampah yang terangkut dan dibuang pembuangan akhir," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim Sanggul Lumban Gaol, Selasa (13/11/2018). 

Sampah sebanyak itu merupakan yang menumpuk di tempat pembuangan sampah (TPS) yang berada di dalam kota. Semuanya akan dibawa ke tempat pembuangan akhir yang berada di Jalan Jenderal Sudirman. 

Namun 180 ton tersebut tidak semua terangkut. Karena masih banyak warga yang membuang tidak pada tempatnya, sehingga tidak terangkut oleh petugas. 

"Itu hanya yang terangkut saja, jika ditambah dengan yang dibuang sembarangan oleh masyarakat, kemungkinan akan lebih banyak lagi," ungkapnya. 

--page

Sehingga jika dijumlah hasil perhari tersebut, maka dalam sebulan sampah yang terangkut di Kota Sampit mencapai 5.400 ton.

Dengan adanya hal itu, maka dirinya sangat berharap agar masyarakat di Sampit bisa menjaga lingkungannya dan tidak membuang sampah disembarang tempat.

Karena dampaknya bukan hanya diri sendiri, namun juga orang lain. Selain itu juga akan menghilangkan keindahan kota. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)