BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam mengembangkan UMKM di Kalimantan Tengah (Kalteng) terdapat beberapa tantangan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Tengah Lies Fahimah saat menggelar jumpa pers, Rabu (14/11/2018) di Ruang Rapat Betang Hapakat Bank Indonesia.
"Kendalanya antara lain adalah keterbatasan kemampuan dan pengetahuan produksi usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang masih menggunakan alat-alat sederhana dan kurang memperhatikan kualitas barang," bebernya.
Hal ini disampaikannya dalam rangka akan diselenggarakannya Temu Akbar 1.000 UMKM yang bertempat di Kalawa Convention Hall Palangka Raya pada 17 November 2018 ini.
"Selain masalah produksi, UMKM juga mengaku sulit dalam melakukan pemasaran produk. Selama ini penjualan masih terbatas di lingkup provinsi Kalimantan Tengah bahkan beberapa UMKM hanya terbatas lingkup pemasaran di Kota/kabupaten dan kecamatan," jelas Lies.
Tantangan lain yang dihadapi untuk pengembangan UMKM menurutnya adalah terbatasnya akses permodalan bagi UMKM.
--page
Karena itu menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Wuryanto, dalam Temu Akbar 1.000 UMKM ini nantinya penandatangan surat perjanjian kredit/pembiyaan oleh perbankan kepada 100 pelaku usaha UMKM terpilih.
"Penandatangan ini sebagai upaya dalam mengatasi salah satu permasalahan yang dihadapi UMKM yaitu masalah permodalan," jelas Wuryanto. (TESTI PRISCILLA/B-5)








