BORNEONEWS, Sampit - Keberhasilan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam penanganan konflik etnis pada 2001 menjadi perhatian banyak kalangan. Salah satunya adalah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Terkait itu, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dari daerah tersebut langsung datang untuk mempelajari penanganan yang dilakukan Kotim.
"Kami datang ke sini dengan jumlah 11 orang, dan yang mengikuti pertemuan dengan pemerintah Kotim ada tujuh orang. Tujuan kami adalah untuk mempelajari pola penyelesaian konflik di Kotim agar bisa diterapkan di daerah kami jika terjadi Konflik," kata Ketua FKDM Hulu Sungai Selatan, Abdul Sani, Senin (14/11/2018).
Penanganan konflik di Kotim dimulai dari saat kejadian, pascakejadian, hingga kembalinya kehidupan bermasyarakat antarkelompok yang sempat berseteru.
Pihaknya juga ingin ada langkah antisipasi agar tidak terjadi konflik di daerah. Karena kejadian seperti tidaklah bisa ditebak. Sehingga harus ada trobosan agar terhindar dari hal tersebut.
--page
"Siapa yang ingin ada konflik. Namun yang terpenting adalah bagaimana agar tidak terjadi konflik tersebut. Inilah yang akan kami pelajari," kata Sani.
Dirinya juga menceritakan situasi yang ada di daerah mereka. Yang mana sempat terjadi konflik antar masayarakat. Karena adanya pencurian ikan di danau Hulu Sungai Selatan. Dengan modus setrum penduduk dari luar daerah.
Pertikaian sempat antar sesama masyarakat, yang berujung pada pembunuhan. Namun saat ini konflik tersebut sudah bisa diselesaikan hingga berakhir damai.
"Itulah yang menjadi perhatian kami, agar tidak terulang kembali dan kehidupan masyarakat di sana tetap aman dan damai," harap Sani.
Sementara, Wakil Bupati Kotim, Taufiq Mukri mengungkapkan, pihaknya menyambut baik kedatangan FKDM Hulu Sungai Selatan tersebut. Karena bisa bertukar pikiran untuk menyelesaikan konflik masyarakat.
--page
"Kami sudah saling menyampaikan permasalahan di masing-masing daerah. Dan bagaimana penyelesaiannya. Ini penting untuk menciptakan kedamaian daerah," terang Taufiq. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








