JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Emiten perkebunan PT Mahkota Group Tbk. (MGRO) kembali membukukan kinerja positif pada kuartal III tahun ini sehingga mampu menjaga tren perbaikan kinerja sepanjang 2018.

"Kinerja positif yang sejalan dengan peningkatan hasil panen tandan buah segar sawit (TBS), diperkirakan masih akan terus terjadi hingga akhir tahun, bahkan pada kuartal awal 2019. Kami optimistis laba bersih sampai akhir tahun bisa di atas Rp60 miliar," kata Direktur Utama PT Mahkota Group Tbk, Usli Sarsi, dalam keterangan tertulisnya Rabu (14/11/2018).

Pencapaian laba perseroan, menurut Usli, mayoritas efek dari peningkatan TBS karena masa panen yang lebih panjang.

"Hal itu membuat volume lebih tinggi sekaligus efisiensi biaya karena produktivitas yang lebih maksimal," papar dia.

MGRO mencatatkan pendapatan sebesar Rp633 miliar pada akhir kuartal III 2018, realisasi itu tumbuh 31,6% secara year on year (YoY).

--page

Sejalan dengan itu, capaian laba bersih juga melebihi target semula yakni sebesar Rp63 miliar, membaik dibandingkan dengan kondisi rugi pada kuartal II 2018 sebesar Rp18 miliar.

Secara kumulatif, total pendapatan dalam sembilan bulan pertama 2018 menjadi Rp1,5 triliun dengan laba bersih sebesar Rp45 miliar, membaik jika dibandingkan dengan rugi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp17 miliar.

MGRO merupakan perusahaan perkebunan yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit seperti CPO dan PK. Perusahaan yang berdiri sejak 2011 itu memiliki empat anak usaha dan mulai melantai di bursa efek sejak Juli 2018.

Perseroan akan berekspansi dengan membangun pabrik refinery (untuk produk minyak goreng dan turunan lainnya) serta Kernel Crushing Plant (pabrik inti kelapa sawit) lewat anak usaha. (NEDELYA RAMADHANI/m)