BORNEONEWS, Nanga Bulik - Rendahnya tingkat kelulusan peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lamandau tahun ini bukan disebabkan peserta ujian gagap teknologi (Gaptek).
"Kami pastikan bahwa rendahnya tingkat kelulusan Passing Grade SKD ini bukan karena peserta Gaptek," tegas Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lamandau, Agus Widayat, Kamis (15/11/2018).
Agus menyebut, dari lima hari pelaksanaan SKD CPNS Lamandau yang telah berlangsung, tidak ada satupun peserta yang mengalami hambatan atau kesulitan dalam mengoperasikan komputer.
Sehingga, kata Agus, sangat tidak berdasar jika minimnya peserta yang lulus passing grade SKD dikorelasikan dengan rendahnya kemampuan peserta tentang perangkat teknologi yang digunakan dalam ujian yang berbasis CAT.
"Dari 30 sesi ujian dengan jumlah maksimal peserta sebanyak 50 orang ditiap sesinya, tidak ada satupun peserta yang kesulitan mengoperasikan komputer, atau bahkan komplain terkait persoalan perangkat ujian. Semuanya lancar-lancar saja," ujarnya.
--page
Hingga hari ke-5 Rabu (14/11/2018) tercatat sudah 1.400 kebih peserta mengikuti SKD CPNS Lamandau. Dari jumlah tersebut hanya ada 33 orang peserta saja yang dinyatakan lulus passing grade. (HENDI NURFALAH/B-5)








