BORNEONEWS, Palangka Raya - Mendekati masa pemilihan presiden (Pilpres) 2019, Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bekerjasama dengan Lembaga Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Yayasan Paramadina melalui lokakarya mengajak penyuluh agama untuk tidak berpolitik secara praktis.
Kegiatan yang berlangsung di Kota Palangka Raya ini diikuti oleh peserta berbagai daerah di Kalimantan Tengah.
Salah satu pembicara dalam lokakarya tersebut adalah Zainal Abidin Bagir, dosen Program Studi Agama dan Lintas Budaya sekolah Pascasarjana Lintas Disiplin UGM menyebut kegiatan ini sangat penting agar penyuluh agama bisa bekerja dengan benar.
"Memasuki tahun politik ini kita ingin penyuluh agama tetap bekerja secara maksimal dan menjadi ujung tombak meredam isu sara dan adu domba," ujarnya, Kamis (15/11/2018).
Acara yang berlangsung selama dua hari ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kemenag Kalteng Masrawan.
Dalam sambutannya dia menyebut penyuluh agama berperan besar dalam meredam isu sara yang berkembang di kalangan masyarakat. (GAZALI/B-6)


