BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pemerintahan Kabupaten Barito Timur mewacanakan membuat terobosan agar menyalurkan para tenaga honorer bekerja di luar instansi pemerintah sesuai skil dan disiplin ilmunya.
Sekda Barito Timur Eskop MAP mengatakan, walaupun masih belum ada aturannya, bila melihat jumlah honorer dan kondisi keuangan, maka dianggap perlu membuat terobosan agar para PHT dan PHL mendapatkan pekerjaan dan pendapatan layak.
"Saya sudah menyampaikan kepada semua OPD, pada saat pembahasan anggaran agar bisa memikirkan untuk para honorer, terutama Disnakertrans agar bisa menyalurkan keperusahaan yang membutuhkan sesuai kompetensinya," katanya, Kamis (15/11/2018).
Ia menjelaskan, bila dilihat dari jumlah honorer di Bartim mencapai 4 ribu orang lebih, sehingga bila harus dibebankan kepada APBD untuk pembayaran sesuai upah munimum regional (UMR) Rp2,6 juta. Maka besarnya anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp130 miliar.
Eskop menambahkan, para tenaga honorer juga bisa disalurkan untuk mendapatkan pekerjaan dilaur daerah. Misalnya tenaga kesehatan bisa saja mendapatkan pekerjaan diluar daerah atau kabupaten lain ataupun keluar negeri.
--page
Eskop menerangkan jumlah tenaga honorer yang cukup besar, disebabkan akomulasi dari tahun-tahun sebelum, bahkan dalam lima tahun terakhir baru kali ini ada penerimaan CPNS.
"Bahkan itu formasinya hanya untuk kesehatan dan pendidikan saja, dan soal saat mengikuti tes CPNS begitu sulit, saya sangat memahami itu," tandasnya. (PRASOJO EKO/B-6)








