PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dwi Dian Handayani, kakak kandung korban kecelakaan Lestiany (24) angkat bicara soal polemik dan kesimpangsiuran kabar oleh netizen Pangkalan Bun.

Diberitakan, kecelakaan yang menimpa korban Lestianty (24 tahun) warga Jalan Paku Negara Gg Durian RT 17 Kelurahan  Raja Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terjadi saat korban menabrak bagian belakang mobil Toyota Starlet warna merah bernomor polisi KH 1796 GB yang dikendarai Asmuni Sugiar.

Mobil itu sedang berhenti di badan jalan lantaran kerusakan mesin. Tabrakan itu menyebabkan anak korban meninggal, yaitu Sultan Ridwan Yunior (5 tahun).

Menanggapi pemberitaan itu, Dwi Dian Handayani, kakak kandung korban Lestiany angkat bicara.

Ditemui di Kantor Satlantas Polres Kobar, Kamis (15/11/2018) malam Dwi mengaku saat itu mendatangi kantor Satlantas Polres Kobar untuk mengklarifikasi kabar yang berkembang dan semakin melebar terkait kasus kecelakaan yang sempat dikatakan sebagai tabrak lari di grup Informasi Fasilitas Layanan Publik Pangkalanbun.

--page

"Barusan tadi saya tanyai sama adik saya yaitu Lestianty. Setelah melakukan pendekatan, ia bercerita katanya motor yang dikendarainya bukan ditabrak mobil dari belakang. Melainkan diserempet oleh pengendara motor dari sisi kanan. Karena kaget, adik saya yang mengendarai motor scoopy membanting kemudi ke sebelah kiri dan menabrak mobil yang sedang mogok di bagian badan jalan," jelas Dwi.

Menurut Dwi, pihaknya sendiri tidak mengatakan bahwa pemberitaan di www.borneonews.co.id tersebut salah.

"Namun saya hanya meminta jangan sampai timbul kesan bahwa kakak saya yang salah lantaran menabrak mobil yang mogok hingga menyebabkan anaknya meninggal," ujarnya.

Dwi mengatakan, kabar awal yang menyebar bahwa motor yang dikendarai kakaknya tersebut ditabrak mobil dari belakang terlebih dahulu dan kemudian motornya menabrak mobil yang mogok, berdasarkan cerita salah satu anak korban yang selamat.

"Namun ternyata menurut adik saya, kecelakaan tersebut terjadi lantaran motornya diselip pengendara motor lain. Maka itulah saya sengaja datang ke kantor Satlantas untuk menjelaskan hal tersebut," ujar Dwi.

--page

Selain itu, lanjut Dwi, ia juga meminta pada netizen Pangkalan Bun agar tidak berkomentar macam-macam terkait kecelakaan ini sehingga masalah berkembang tidak tentu arah.

"Karena saat ini keluarga kami sedang berduka. Jadi mohon netizen agar tidak beropini apapun. Percayakan penyelesaian kasus ini pada Polisi," ujarnya.

Di tempat yang sama, salah seorang anggota Satlantas Polres Kobar Bripka Jon Peterson yang saat itu menerima kakak korban Lestiany menjelaskan apa yang disampaikan dalam berita yang ditulis di borneonews.co.id merupakan rilis resmi institusinya.

"Menanggapi kabar awal bahwa motor korban ditabrak oleh mobil terlebih dahulu sebelum motor tersebut menabrak mobil starlet yang mogok, sebaiknya kita lihat bagian belakang motor, apakah rusak atau tidak. Ternyata bagian belakang motor scoopy yang dikendarai korban tidak mengalami kerusakan sedikitpun," jelas Jon.

Kemudian, berdasarkan keterangan pengemudi mobil starlet yang mogok, apakah ada mobil atau kendaraan lain yang melintas saat tabrakan tersebut terjadi, si pengemudi mobil yang mogok di badan jalan mengatakan bahwa tidak ada kendaraan lain.

--page

"Sehingga dalam laporan Polisi, keterangan pihak yang berada di TKP saat peristiwa terjadi itulah yang kita masukkan dalam laporan polisi. Kita tidak bisa memasukkan keterangan dari pihak lain yang hanya menyatakan katanya-katanya," jelas Jon.

Kemudian, kenapa hingga saat ini pihak Satlantas masih belum memintai keterangan terkait laka tersebut pada korban Lestiany, alasannya adalah kemanusiaan.

"Apakah tega, kita meminta keterangan pada korban Lestiany sehari setelah kecelakaan itu terjadi? Mana korban lagi berduka lantaran kehilangan anaknya? Jadi kita sengaja masih menunggu beberapa waktu agar korban Lestiany siap memberikan keterangan terkait kecelakaan tersebut," jelas Jon.

Selain itu, lanjut Jon, kepada pihak yang merasa mengetahui kecelakaan tersebut atau melihat kejadiannya, sebaiknya bisa mendatangi kantor Satlantas Polres Kobar untuk memberikan keterangan.

"Karena kita semua menginginkan kasus ini bisa terungkap dengan baik. Jangan cuma berani menuliskan komentar saja di media sosial sehingga masalahnya semakin melebar. Ayo bantu kami dan keluarga korban agar kasusnya bisa jelas," jelas Jon. (WAHYU KRIDA/B-2)