BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ada 2.000 tanaman Kopi Liberika di Desa Kumpai Batu Atas (KBA), Kabupaten Kotawaringin Barat, siap panen.
"2.000 tanaman kopi sudah produksi tiap bulannya, meski hasilnya kurang bagus karena banyak yang rusak terserang hama," kata Ketua Kelompok Petani Kopi KBA Sutrisno, Kamis (15/11/2018).
Menurutnya, produksi Kopi Liberika sangat terbatas karena masih dalam tahap pengembangan dalam pembelajaran merawat tanaman kopi dan juga pascapanen.
"Sekarang ini ada sekitar 35 lahan petani kopi. Kami akan terus bekerja keras untuk mencapai hasil panen bagus agar kualitas kopi Liberika terjaga," ungkapnya.
Kopi Liberika Desa Kumpai Batu Atas (KBA) terkenal dengan aroma buah nangkanya. Kopi Liberika di KBA sudah mempunyai pelanggan, dari kalangan pecinta kopi di Pangkalan Bun dan juga para wisatawan asing dan lokal yang berkunjung ke KBA.
"Untuk pemasaran, untungnya teman - teman petani tidak begitu kerepotan untuk mencari pembeli saat sudah panen, kendalanya hanya hasil produksi yang kurang dan kualitas kopi saja yang kurang maksimal," ungkapnya. (Andre/B-2)








