PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya- Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menginginkan proses penutupan lokalisasi yang menjadi target nasional tahun 2019 harus didasari rasa kemanusiaan dan sosial.

"Bicara soal penutupan lokalisasi harus bicara soal kemanusiaan dan sosial juga. Karena saat pemerintah melakukan kebijakan, maka di situ harus dilalui sebuah proses. Sehingga ada pemahaman dan pemikiran yang sama agar pelaksanaannya berjalan dengan baik," kata Fairid, Jumat (16/11/2018).

Menurut Wali Kota, pemerintah tentu harus menjalankan aturan, namun tetap memberikan manfaat yang baik.

"Ini suatu keharusan, kita harus menutup lokalisasi. Tetapi tentu akan dibarengi upaya kesejahteraan. Misalnya membina para penghuni eks lokalisasi sehingga mereka siap saat harus meninggalkan kebiasaan yang dilakoni selama ini," tandasnya.

Kota Palangka Raya, menurut Fairid, memang menjadi salah satu daerah sasaran di Provinsi Kalimantan Tengah yang diharapkan dapat menuntaskan penyakit sosial masyarakat tersebut.

--page

"Salah satunya lokalisasi di Jalan Tjilik Riwut, Km12, atau juga dikenal kawasan Bukit Sungkai Palangka Raya. Itu target kita," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-3)