BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Adanya sisa timbunan hasil galian drainase yang tidak rata dan berlubang di Jalan DAH Hamzah, depan Kantor Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menuai protes dari warga sekitar.
Pasalnya, selain mengganggu arus lalu lintas, sisa timbunan itu menyebabkan sejumlah pengendara terjatuhnya. Padahal jalur itu cukup ramai dilewati pengendara.
Kesal dengan kondisi itu, warga menyampaikan protes dengan menanam pohon pisang di tengah jalan.
Lurah Mendawai Zulhadi saat dimintai konfirmasi, Jumat (16/11/2018), mengaku tidak mengetahui persis kapan pohon pisang itu ditanam warga.
"Sepertinya pohon tersebut ditanam warga Kamis (16/11/2018) kemarin. Ini merupakan bentuk protes warga biar jalan cepat diperbaiki. Karena jalan yang berada di depan Kantor Kelurahan Mendawai ini ramai dilewati orang atau pengendara," ungkap Zulhadi.
--page
Biasanya, lanjut Zulhadi, masyarakat yang jatuh dari kendaraannya saat melewati jalan tersebut saat cuaca hujan.
"Karena kondisi jalan tersebut licin dan bergelombang akibat sisa timbunan yang tidak rata dan berlubang, membuat pengendara terjatuh saat lewat di jalan itu. Kondisi inilah yang membuat masyarakat resah dan berinisiatif menanam pohon pisang sebagai bentuk protes agar jalan agar cepat diperbaiki seperti semula," tegas Zulhadi. (KRIDA/B-3)








