JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) membukukan kinerja yang kurang memuaskan pada kuartal III tahun ini akibat harga minyak kelapa sawit (CPO) yang terus melemah.

"Tren negatif harga CPO diperkirakan masih akan berlanjut hingga akhir tahun nanti. Pertimbangannya adalah tren negatif harga CPO sepanjang tahun ini, kenaikan cadagangan CPO Malaysia sebesar 1,45% mom menjadi 2.54 juta ton per September 2018," kata analis Phitraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, dalam risetnya akhir pekan ini.

Namun, Valdy tetap melihat ada potensi rebound harga CPO jelang akhir tahun ini. 

"Hal ini didasari oleh potensi penurunan produksi akibat musim hujan di area penghasil CPO. Selain itu, harga CPO juga bergantung pada supply maupun demand dan karena potensi kenaikan permintaan dari kawasan Eropa dan AS yang memasuki musim dingin, sehingga bisa membantu kinerja emiten CPO seperti SGRO untuk memperbaiki kinerjanya," papar dia.

Dari sisi saham, lanjut Valdy, secara teknikal saat ini saham SGRO menunjukkan sinyal bullish reversal dengan breakout resistance di level Rp2.400 per saham. Dan untuk memvalidasi sinyal ini, SGRO akan menguji resistance selanjutnya di level Rp2.450 per saham.

--page

"Sehingga boleh beli saham SGRO dengan target harga di akhir tahun nanti di level Rp2.500 per saham," pungkasnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)