PURUK CAHU –

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Warga Puruk Cahu ibu kota kabupaten Murung Raya akhir-akhir ini dikhawatirkan dengan kondisi tanah yang labil dan rawan terhadap longsor. Apalagi dalam beberapa pekan ini lokasi longsor terus bertambah.

Memang, Puruk Cahu kondisinya berbukit bukit dan banyak bangunan dan ruas jalan yang dibangun tepat di samping jurang atau tanjakan curam.

Seperti yang saat ini kerap terlihat di sejumlah titik jalan di dalam Puruk Cahu, di mana aspal terlihat retak dan tanahnya menurun dan terancam longsor.

Bahkan beberapa waktu lalu satu rumah warga di Jalan Ki Hajar Dewantara ambles akibat tanah longsor. Beruntung saat kejadian tidak ada korban jiwa.

Tidak hanya di jalan Ki Hajar Dewantara, ada beberapa titik yang juga rawan longsor, seperti di Jalan Angkang Puruk Cahu tepatnya di akses jalan Puruk Cahu – Seripoi dimana satu titik di ruas jalan tersebut sudah mengalami penurunan tanah cukup drastis dan hampir longsor.

Tidak hanya di titik jalan Angkang, titik rawan longsor juga terjadi di sejumlah titik ruas jalan A. Yani Puruk Cahu yang merupakan ruas jalan protocol utama Kota Puruk Cahu.Kondisi tersebut mengkhawatirkan apabila saat ini di Puruk Cahu tengah musim penghujan.

Rahman, warga yang rumahnya dekat dengan titik longsor jalan A. Yani mengatakan apabila tidak segera ditangani dirinya khawatir longsor akan terjadi.

“Setiap terjadi hujan kami selalu was-was lantaran beberapa meter dari kediaman kami terjadi retakan jalan dan rawan longsor, saya berharap PPemeirntah segera membenahi agar tidak membahayakan pengguna jalan maupun warga sekitar,” kata Rahman, kemarin.

Wakil Bupati Mura Rejikinnor sebelumnya mengatakan, memang Puruk Cahu ada beberapa titik yang rawan longsor. Pihaknya segera melaksanakan rapat dengan SOPD terkait untuk melakukan penanganan dan antisipasi longsor kembali terjadi nantinya. (TRISNO/B-5)