PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalimantan Tengah, H Tantawi Jauhari sangat menyayangkan adanya informasi yang menyerang Ketua IJTI pusat baik secara lembaga maupun pribadi akhir-akhir ini.

Tantawi menerangkan hingga saat ini pengurus IJTI seluruh Indonesia masih solid dan kompak. Pengda Kalteng akan terus mengawal kepengurusan Ketua umum IJTI Pusat Yadi Hendriyana hingga masa jabatan berakhir.

Jika ada informasi yang menyebutkan pengurus IJTI di daerah sudah terkotak-kotak itu tidak benar. "Oleh sebab itu kami dari Pengda Kalteng akan terus menjaga, mengawal dan merawat organisasi IJTI," kata Tantawi, Minggu (18/11/2018).

Selain itu terkait isu polemik ada daerah yang telah membuat Majelis Penyelamat IJTI dan mosi tidak percaya, Tantawi menyatakan menolak dengan tegas segala bentuk asosiasi maupun gerakan lainnya yang bertentangan dengan AD/ART organisasi.

Dia berharap kepada seluruh anggota IJTI Kalteng agar tetap solid dan tidak terpengaruh dengan adanya dinamika organisasi di beberapa daerah, terkait adanya gerakan dan pembentukan asosiasi tersebut.

--page

Menyikapi dinamika organisasi yang berkembang serta ragam opini dan penghakiman sepihak yang dilakukan oleh sekelompok oknum yang menyatakan diri sebagai bagian dari pendiri atau penyelamat organisasi yang mengerucut ke wacana Munaslub dengan membentuk majelis penyelamat organisasi dan bermuara pada upaya menganulir kepengurusan yang sah berdasarkan aturan organisasi, maka IJTI Kalimantan Tengah menyatakan sikap.

Pertama, Pengda IJTI Kalteng solid mendukung kepemimpinan IJTI pusat di bawah nahkoda Yadi Hendriyana dan Indria Purnama Hadi (Sekjen).

Kedua, menolak dan tidak mengakui adanya wacana 'membangkitkan hantu' Majelis Penyelamat IJTI dan Kongres Luar Biasa (KLB) IJTI karena tidak sesuai dengan mekanisme yang diatur AD/ART IJTI.

Ketiga, roda organisasi di IJTI pusat telah berjalan sesuai AD/ART dan seluruh keputusan yang diambil IJTI pusat selalu melalui rapat pleno yang diketahui Pengda secara transparan.

Keempat, mengecam oknum-oknum yang mengatasnamakan IJTI dengan menyebar narasi kebohongan, fitnah keji, dan niat busuk terhadap IJTI.

Kelima, meminta dan mendesak agar IJTI pusat segera mengambil langkah hukum dan tindakan tegas terhadap oknum yang dengan secara sadar menyerang organisasi IJTI, bahkan kami menilai secara terbuka ada upaya makar terhadap kepemimpinan yang sah. (ROKIM/B-6)