BORNEONEWS, Palangka Raya - Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) menyebut UPR kurang mendapat perhatian pemerintah. Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (DPRD Kalteng) Syamsul Hadi pun memberi komentar.
"Bukan kurang mendapat perhatian, namun saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng ingin masuk, mereka tidak mau menyambut," sebut Syamsul, Minggu (18/11/2018).
"Kan seharusnya jajaran pengurus UPR juga merespon dengan aktif saat pemerintah ingin bergabung," imbuhnya.
Sekretaris PPP Kalteng ini mengaku, baik pihak eksekutif dan legislatif sangat perduli terhadap perkembangan universitas tertua di Palangka Raya tersebut.
Sebelumnya, Rektor Universitas Palangka Raya Andrie Elia menyebut kampus yang saat ini dia pimpin kurang mendapat perhatian dari pemerintah.
--page
Keluhan Andrie ini dia sampaikan saat menjadi moderator kuliah umum 'Membangun Kembali Kejayaan Maritim Bangsa Indonesia di Aula UPR, Rabu (24/10/2018), dengan mengundang salah satu tim percepatan pembangunan Kalimantan Tengah (Kalteng) Laksamana TNI (purn) Prof Dr. Marsetio sebagai pembicara.
"Universitas Palangka Raya ini sudah banyak fasilitasnya berumur tua, seperti kursinya kami masih ada yang menggunakan dari bahan kayu, papan tulis masih memakai alat spidol dan terlihat sudah sangat buram," ujar Andrie.
"Berbeda dengan universitas lain yang sudah beberapa kali mendapat program dan bantuan baik dari Pemerintah maupun Kementerian," lanjutnya. (GAZALI/B-2)








