PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya- Sebanyak 11 sapundu dibuat untuk prosesi Tiwah Massal Palangka Raya. Hal ini disampaikan Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kota Palangka Raya Parada Lewis KDR kepada Borneonews, Senin (19/11/2018).

"Saat ini sedang berlangsung pembuatan sapundu atau patung dari kayu yang diukir berbentuk manusia. Ini kita dirikan sebanyak 11 sapundu," kata Parada.

Pembuatan sapundu merupakan bagian dari prosesi Tiwah Massal yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di Kota Palangka Raya. Tiwah Massal kali ini diperuntukan bagi 30 arwah.

"Kalau bahasa kita (Dayak) kan arwah. Kalau bahasa nasional itu almarhum, nah begitu. Jadi penyebutannya arwah untuk orang yang sudah meninggal," lanjutnya.

Tahapan tiwah, menurutnya, sudah dimulai sejak 2 November lalu. Diawali dengan pendirian balai yang dilanjutkan dengan baramu atau menyediakan perlengkapan tiwah.

--page

"Setelah semua tahapan dilaksanakan, dilanjutkan lagi dengan muluh gandang atau pertama kali gong dan gendang dibunyikan di pusat pelaksanaan tiwah. Sekarang, pembuatan sapudu. Sapundu ini diperlukan untuk upacara tiwah sebagai tempat mengikat hewan yang akan jadi korban. Ada 11 sapudu yang dibuat. Artinya ada 11 juga hewan yang akan dikorbankan," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-3)