PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya- Ritual tiwah massal yang digelar di Kota Palangka Raya ternyata tidak hanya diikuti peserta dari ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, tetapi juga dari kabupaten.

"Yang ikut tiwah ini tidak hanya dari Palangka Raya. Tetapi dari kabupaten juga mengikuti ritual ini," kata Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kota Palangka Raya Parada Lewis KDR, Senin (19/11/2018).

Justru, menurut Parada, peserta yang terlibat lebih banyak dari luar Kota Palangka Raya.

"Sebanyak 16 kepala keluarga ikut serta dalam ritual yang bertujuan mengantar roh-roh atau arwah yang sudah meninggal ke Lewu Tatau ini. Dari 16 kepala keluarga tersebut, ada 30 arwah yang akan ditiwahkan. Kebanyakan justru dari luar Palangka Raya," kata Parada.

Hal itu, lanjutnya, disebabkan penganut kepercayaan Hindu Kaharingan lebih banyak tinggal di kabupaten ketimbang di Kota Palangka Raya.

--page

"Tahapannya memang cukup panjang dan berbagai ritual harus dilalui. Sekarang pembuatan sapundu. Sapundu ini diperlukan untuk upacara tiwah sebagai tempat mengikat hewan yang akan jadi korban. Ada 11 sapudu yang dibuat. Artinya ada 11 juga hewan yang akan dikurbankan," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-3)