JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) tidak merevisi anggaran pengembangan dua pabrik. 

"Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak membuat manajemen melakukan perubahan anggaran investasi pengembangan pabrik. Namun demikian, pada tahun depan akan menyesuaikan anggaran investasi dengan kondisi harga CPO yang rendah," kata Direktur Keuangan Austindo Nusantara Jaya, Lucas Kurniawan, dalam keterangan tertulisnya akhir pekan lalu.

ANJT akan merampungkan pengembangan dua pabrik senilai US$29,4 juta pada 2019. Pabrik pertama merupakan pengolahan edamame di Jember, Jawa Timur, yang menyerap investasi senilai US$6,4 juta.

Fasilitas ini dibangun mulai Oktober 2017, dan diharapkan rampung pada awal 2019. 

"Pengembangan pabrik edamame di Jember hampir rampung, saat ini dalam tahap uji coba," papar Lucas.

--page

Adapun pabrik kedua yang sedang dibangun ANJT ialah fasilitas pengolahan minyak kelapa sawit (CPO), minyak kernel sawit (PKO), dan sagu di Papua Barat. Biaya investasinya sekitar US$23 juta.

Pembangunan pabrik berkapasitas 90 ton per jam itu sudah dimulai sejak September 2017. Diharapkan fasilitas pengolahan CPO dan PKO tersebut dapat rampung pada pertengahan 2019 untuk memproses produksi tandan buah segar (TBS) perdana milik perseroan di Papua. (NEDELYA RAMADHANI/m)