JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Produsen pembuat biskuit Oreo dan cokelat Cadbury, Mondelez, membantah tudingan Greenpeace bahwa mereka mendapat pasokan minyak sawit dari perusahaan yang terlibat perusakan hutan.

Sebelumnya, Greenpeace menuding  Mondelez International Inc masih bekerjasama dengan produsen minyak sawit yang memicu deforestasi dan perusakan habitat orangutan di Indonesia.

Kepada Bloomberg akhir pekan ini, Mondelez menegaskan bahwa mereka aktif bekerjasama dengan sejumlah pemasok untuk memastikan minyak sawit yang dikirimkan dapat terlacak sumbernya dan tidak memicu kerusakan hutan.

Dalam bantahannya, Mondelez juga mengatakan pihaknya sudah mengeluarkan 12 perusahaan pemasok dari rantai pasok karena dinilai tidak memenuhi komitmen untuk memasok minyak sawit yang berkelanjutan.

Saham Mondelez sempat turun 0,7% pada medio pekan lalu di New York menyusul beredarnya kampanye Greenpeace.

--page

Menurut analisis Greenpeace, hampir 25.000 hektare habitat orangutan dan 70.000 hektare hutan rusak antara 2015 hingga 2017 di Indonesia. Greenpeace mencatat ada 25 produsen minyak sawit yang termasuk dalam rantai pasok Mondelez dan perusahaan lainnya.

Sementara Mondelez menyatakan komitmennya untuk terus berupaya menghapuskan praktik deforestasi di dalam pasokan minyak sawit dan terus mengeluarkan perusahaan pemasok yang tak memenuhi prinsip berkelanjutan. (NEDELYA RAMADHANI/m)