SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak seluruh jurnalis dan juga admin medias sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Youtube, dan lainnya agar saling mengingatkan dalam pempublisan berita maupun konten yang berbau sara maupun berita bohong.

Hal itu dilakukan agar menjaga kondusifitas di medsos dan keamanan dan kenyamanan di wilayah Kotim, sehingga tercipta penggunaan akun medsos yang baik dan tidak menyalahi aturan.

"Kami sengaja melakukan sering informasi dengan jurnalis dan juga admin medsos di Kotim agar bisa saling menjaga dan menjadi penangkal berita hoax di akun-akun medsos," ujar Kepala Diskominfo Kotim, Multazam, Senin (19/11/2018).

Adanya upaya yang dilakukan tersebut, maka pihak pemerintah daerah melalui Diskominfo melakukan silaturahmi dengan jurnalis dan admin medsos di Kotim.

Selain untuk memberikan edukasi tentang isi konten yang harus di publis di medsos, mereka juga saling sering bagaimana cara untuk meningkatkan konten yang akan ditampilkan.

--page

"Jadi di sini menjadi wadah sering antar jurnalis, pemerintah daerah dan admin medsos. Sehingga bisa saling mengingatkan satu sama lain guna pemakaian medsos yang sehat tidak menyalahi aturan," katanya.

Dia mengatakan saat ini pengguna media sosial di Kotim sudah cukup baik dan tidak gampang diadu domba dengan berita bohong yang berbau sara maupun lainnya. Namun hal itu tentunya mesih harus menjadi perhatian agar tetap terciptanya kondusifitas di Kotim ini.

"Jangan sampai hanya ketidaktahuan atau keteledoran kdiri kita sendiri. Malah menjadi pemicu terjadinya konflik di daerah ini. Karena saat ini bukan lagi mulutmu harimaumu, namun jempolmu harimaumu," ungkapnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)