PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tiwah Massal yang dilakukan di Palangka Raya sudah dimulai sejak 2 November lalu. Namun prosesi ritualnya sendiri baru akan dimulai seminggu lagi.

Sabtu pekan lalu bahkan Ritual Tiwah ini baru dibuka oleh Sekda Provinsi Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri.

"Ini kan masih persiapan semuanya tetapi masuk dalam daftar pekerjaan. Karena ritual Tiwah ini rumit dan memerlukan waktu yang panjang dalam pelaksanaannya. Sekarang masih di proses pembuatan sapundu atau patung dari kayu yang diukir berbentuk manusia. Sapundu ini diperlukan untuk upacara tiwah sebagai tempat mengikat hewan yang akan jadi kurban. Ada sebelas sapudu yang dibuat, yang artinya ada sebelas juga hewan yang akan dikurbankan," kata Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kota Palangka Raya, Parada Lewis KDR, Senin (19/11/2018).

Menurut Parada, setelah semua tahapan itu dilalui, maka tahapan tiwah baru akan dimulai.

"Satu minggu nanti dilakukan penjemputan Basir yang akan melaksanakan ritual ini. Basir adalah Rohaniawan Hindu Kaharingan karena ini sebenarnya ritual untuk kepercayaan Hindu Kaharingan," katanya.

--page

Sebelumnya, Sekda Provinsi Kalteng, Fahrizal Fitri saat membacakan sambutan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pada pembukaan ritual Tiwah massal tahun 2018, di Komplek Balai Hindu Kaharingan Jalan Tambun Bungai, nomor 5 Palangka Raya, Sabtu (17/11/2018) mengatakan bahwa upacara ritual Tiwah massal diharap membawa keberkahan bagi masyarakat Kalimantan Tengah.

"Ritual Tiwah diharapkan membawa keberkahan bagi Kalteng sekaligus memperkenalkan peradaban yang hidup dan berkembang di provinsi yang berjuluk Bumi Tambun Bungai ini, di tengah kehidupan masyarakatnya yang majemuk dalam keragaman agama dan budaya," tutur Fahrizal. (TESTI PRISCILLA/B-5)