BORNEONEWS, Palangka Raya - Fogging dinilai bukan langkah yang tepat untuk mengurangi jumlah penderita DBD.
"Fogging itu bukan senjata ampuh mengatasi DBD. Kemarin kita sempat melakukan fogging di suatu wilayah. Tapi selang 2 hari, justru dari daerah tersebut lebih banyak pasien DBD yang masuk RS," kata Wakil Direktur RSUD dr Doris Sylvanus, Theodorus Sapta Atmadja, Selasa (20/11/2018).
Solusi yang paling tepat dalam memberantas DBD menurut dr Theo adalah dengan 3M plus. Adapun pencegahan dengan 3M tersebut adalah menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampung air, dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang bisa menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk.
Sedangkan plus-nya adalah mencegah diri dari gigitan nyamuk. Seperti dengan cara menggunakan obat nyamuk, pemasangan kelambu saat tidur, juga menaburkan bubuk larvasida untuk mencegah timbulnya jentik nyamuk di tempat penampungan yang sulit dibersihkan. (AGUS/B-2)








