BORNEONEWS, Sampit - Proyek pengembangan fasilitas Ikon Jelawat Sampit terancam dibatalkan. Hal itu terkendala masalah teknis, apalagi rencananya pembangunan itu akan menambah sekitar 15 meter ke tengah sungai.
"Masalahnya seperti yang disampaikan KSOP, karena kami akui bangunannya menjorok ke sungai. Itu katanya menganggu alur Sungai Mentaya, terutama berkaitan dengan tranportasi," kata Sekda Kotim, Halikinnor, Selasa (20/11/2018).
Saat ini, pemkab bersama instansi teknis tengah melakukan pengkajian di lapangan. Jikapun nantinya perhitungan teknis itu akan menganggu tranportasi sungai, pemkab pasti akan membatalkannya.
Menurut dia apapun hasilnya pemkab akan menaati. Kalau memang tidak bisa dilaksanakan, pihaknya akan membatalkannya bersama-sama legislatif.
"Sementara multiyears yang lain sdah mulai berjalan bahkan sudah ada yang pencairan uang muka. Baru-baru ini, lelang sirkuit balap motor. Terhitung hanya ada dua item kegiatan tahun jamak itu yang bermasalah. Salah satunya Sungai Pemuatan karena masalah konsultan," tandasnya. (NACO/B-11)








