BORNEONEWS, Buntok - Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, melakukan pemutakhiran dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) dengan tujuan menghasilkan dokumen yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
"Ini merupakan upaya menyesuaikan dengan dokumen lainnya seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017 - 2022," kata Sekda Barsel, Edi Kristianto pada acara konsultasi publik pemutakhiran dokumen SSK, dan ekspose EHRA, Kamis (22/11/2018).
Termasuk, untuk pencapaian target universal akses sanitasi 2019. Yakni, akses air minum tercapai 100 persen, 0 persen kumuh, 100 persen sanitasi, serta tercapainya target SDGs tahun 2030.
"Dengan adanya pemutakhiran SSK ini, kondisi sanitasi di Kabupaten ini menjadi lebih baik," ucap dia.
Menurutnya, dokumen tersebut pernah disusun pada 2014 dan telah berakhir masa berlakunya pada 2018. Sehingga perlu dimutakhirkan agar menghasilkan strategi sanitasi Kabupaten yang lebih berkualitas, serta berkelanjutan.
--page
SSK dokumen jangka menengah yang disusun ini untuk percepatan pembangunan sektor sanitasi yang didalamnya berisikan tentang potret kondisi sanitasi Kabupaten saat ini.
“Penyusunan ini dimaksudkan sebagai pedoman dalam penyusunan kebijakan teknis, perencanaan, pemograman, dan kegiatan lainnya yang terkait dengan sanitasi,” jelas dia.
Adapun tujuannya untuk mendukung pencapaian sasaran pembangunan melalui rencana, program, kegiatan, dan pelaksanaan kegiatan yang terpadu, efektif, serta efisien.
Terkait itu, Sekda Barsel mengharapkan kepada SOPD terkait maupun Pokja Sanitasi Kabupaten ini berperan aktif dalam rangka pencapaian implementasi program kegiatan yang tertuang dalam dokumen SSK ini. (URIUTU DJAPER).








