BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Muhammad Shaleh berharap peremajaan pipa induk bisa mengatasi persoalan PDAM Kotim.
Pasalnya, sudah beberapa tahun terakhir ini persoalan distribusi PDAM menjadi keluhan bersama.
Menurut Shaleh, persoalan pipa PDAM sudah diganti sehingga ke depannya sudah tidak ada alasan lagi macetnya PDAM ini, karena masyarakat sudah jenuh dengan pelayanan PDAM yang sangat buruk, begitu juga dengan urusan lainnya.
Shaleh melanjutkan, ketika air PDAM macet beberapa waktu lalu membuat warga kesulitan. Alasan PDAM ini selalu klasik berkutat kepada jaringan pipa yang rusak dan aliran listrik untuk pengolahannya.
Padahal, kata dia, penyebab masalahnya sudah jelas seputar itu-itu saja, tetapi permasalahan ini seakan sangat sulit diatasi oleh BUMD. itu.
--page
"Dari itu, kami dari DPRD meminta persoalan ini bisa diminalisasi, cukup lama persoalan air jadi keluhan. Jangan sampai kita pemerintah daerah dianggap gagal menyelesaikannya,” kata Shaleh, Sabtu (24/11/2018)
Kata Shaleh, bilamana dengan peremajaan pipa permasalahan PDAM terus terjadi, harus ada langkah dan sikap dari pemerintah daerah untuk mengatasinya hingga pada pergantian manajemen yang ada didalamnya. (NACO/B-2)








