MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Sales Executive Retail V Wilayah Kalteng Anditya Anwar mengatakan, dalam rangka implementasi BBM 1 harga, pemerintah menugaskan Pertamina mendirikan 150 tambahan lembaga penyalur BBM di wiilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) selama tiga tahun, periode  2017-2019.

SPBU Kompak 1 harga di Kecamatan Gunung Purei dan Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara mendapatkan suplai BBM dari terminal BBM Banjarmasin, Kalsel melalui modal transportasi darat dengan estimasi kebutuhan 25 ribu liter premium dan 10 sampai dengan 15 ribu liter solar per bulan. 

“Harga jual premium Rp6.450 per liter dan solar Rp5.150 per liter. Angka volume ini akan terus dievaluasi sesuai dengan kebutuhan di masyarakat,” kata Anditya, Minggu (25/11/2018).

Seorang warga Desa Lampeong II, Manto, mengungkapkan, pasokan bensin dan solar di Lampeong selalu terpenuhi dari pengecer asal Kaltim. Bahkan harga jual bensin di tingkat pengecer Rp10 ribu per liter, sedangkan di Muara Teweh mencapai Rp12 ribu per liter.

 “Bensin di sini lebih murah daripada di ibukota kabupaten. Kita harapkan dengan adanya SPBU Kompak 3 T, harga tingkat eceran bisa lebih murah lagi,” ucapnya. (RAMADHANI/B-5)