BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Handoyo J Wibowo meminta agar peserta maupun penyelenggara pemilihan kepala desa tertib dan ikut serta dalam menjaga kondusivitas di daerah masing-masing.
Ia mengimbau seluruh kontestan calon kades dalam pemilihan kepala desa ini agar menjaga daerah masing-masing, jangan sampai membuat kegaduhan hingga intimidasi kepada masyarakat di desa itu sendiri.
"Ini penting sebab belakangan ini saua kerap mendengar adanya isu bahwa di desa mulai terjadi persaingan tidak sehat antar kontestan calon kepala desa," kata Handoyo, Senin (26/11/2018).
Menurutnya, pilkades itu dibiayai APBD dengan biaya yang mahal. Makanya jangan diciderai dengan hal yang merusak. Selain itu jangan sampai terjadi kemunduran dari pelaksanaan pilkades serentak sebelumnya.
Handoyo mengingatkan agar tidak sesekali dalam kampanye calon kades itu menggunakan isu SARA. Sebab, jika itu dilakukan maka bisa saja dilakukan pemidanaan oleh pengawas pilkades.
--page
"Selain itu, dalam pelaksanan ini juga pemerintah daerah harus bekerjasama dengan pihak kepolisian," tukasnya.
Ditegaskannya jika dalam kampanye atau kegiatan sosialisasi sudah menyeret kearah SARA maka harus ditindak tegas, namun demikian ia menyakini kontestan itu sudah dibekali oleh panitia pilkades. Sebab, apabila ada kejadian dan keributan karena pilkades maka orang pertama yang akan dianggap bertanggung jawab adalah penyelenggara. (NACO/B-5)








