BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Hero Harapanno Mandouw mempertanyakan keberadaan dari forum (corporate social responsibility) CSR bentukan Pemerintah Daerah Kabupaten Kotim.
Sebab, saat ini DPRD belum melihat adanya gebrakan baru dari forum itu untuk memanfaatkan peluang dari program CSR untuk kemajuan masyarakat Kotim.
"Padahal kita berharap ada gebrakan terutama kepada mereka yang tinggal di sektor perkebunan atau pertambangan," kata dia, Senin (26/11/2018).
Hero juga mempertanyakan bagaimana program kerja sejak terbentuknya forum CSR itu, karena ia melihat tidak maksimal kinerjanya selama ini.
"Apakah karena kewenangan soal perkebuanan sudah beralih atau ada faktor lain," kata politisi Partai Demokrat ini.
--page
Dia juga mengatakan penyaluran CSR harus terkoordinasi dengan baik. Hal ini bertujuan menghindari potensi salah sasaran saat proses penyaluran dana CSR kepada objek.
“Kami minta supaya perusahaan menggunakan data pemkab maupun badan pusat statistik saat menyalurkan CSR, supaya tidak salah sasaran,” tandasnya. (NACO/B-5)








