BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Di tengah melemahnya harga minyak sawit mentah (CPO) dan belum optimalnya kebijakan mandatori program biodiesel B20 akibat turunnya harga minyak mentah dunia, pemerintah harus mencari cara lain untuk mengurangi timbunan stok minyak sawit nasional dan mendongkrak harga CPO.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mendorong penggunaan CPO untuk bahan bakar pembangkit listrik di dalam negeri seperti yang sudah dilakukan Italia.
"Saya lebih mendorong pada tahun depan kita coba pembangkit listrik tenaga CPO," ujar Jonan di Jakarta, Senin (26/11/2018).
Menurut Jonan, dirinya sudah melihat contoh penggunaan CPO sebagai bahan bakar pembangkit listrik di Italia, dan berharap bisa digunakan di dalam negeri untuk menurunkan biaya produksi listrik PLN.
"Mesin-mesin diesel PLN saat ini biayanya mungkin sekitar 15 hingga 20 sen dolar AS per kWh. Kalau menggunakan CPO mungkin bisa turun," ujarnya.
--page
Ia menambahkan bahwa penggunaan CPO sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik diharapkan bisa mengurangi tingkat impor bahan bakar minyak bumi yang konsumsinya semakin lama semakin besar akibat meningkatnya volume penggunaan kendaraan.
"Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan CPO sebagai bahan bakar pembangkit listrik juga dapat mengurangi impor BBM," kata Jonan saat menjadi narasumber dalam Business Challenges 2019. (NEDELYA RAMADHANI/m)








