SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Saat ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) harus memperhatikan dunia pendidikan di sejumlah daerah, terutama di pesisir provinsi ini. Karena duni pendidikan di daerah itu masih dalam keterbatasan. 

"Pendidikan di daerah pesisir ataupun tepian sejumlah sungai di Kalteng ini masih perlu perhatian. Hal itu dikarenakan masih terbatasanya sarana dan prasarana pendidikan di daerah tersebut," ujar Dir Polairud Polda Kalteng Kombespol Badarudin, Selasa (27/11/2018). 

Fakta ini diketahui saat jajaran Polairud melakukan patroli di peraiaran Kalteng ini. Dimana mereka melihat dunia pendidikan di daerah pesisir dan bantaran sungai di Kalteng memang harus diperhatikan baik itu dari pemerintah kabupaten maupun provinsi. 

Banyak daerah pesisir yang masih kekurangan guru dalam mengajar anak-anak. Selain itu, sarana pendukung seperti buku pelajaran dan alat praktek juga banyak kekurangan.

Hal itu menjadi perhatiannya agar anak-anak di daerah itu tidak jauh berbeda dari dunia pendidikan di perkotaan. 

--page

"Kami tidak tahu persis apa penyebabnya. Namun kemungkinan besar karena akses yang jauh dan sulit dijangkau melalui jalur darat, membuat daerah pesisir masih tertinggal dunia pendidikannya," ungkapnya. 

Dirinya berharap ada perhatian dari pemerintah di Kalteng. Hal itu dilakukan demi meningkatkan kualitas pendidikan di Kalteng ini. Sehingga hak-hak anak di pelosok dalam dunia pendidikan tetap mereka dapatkan. 

Melihat hal itupun, saat ini mereka sudah menggelorakan minat baca anak-anak di daerah tersebut melalui program kapal melek hurup dan juga pondok baca.

Dal itu dilakukan sebagai upaya untuk memberikan wadah bagi anak-anak dalam mendapatkan buku bacaan. Sehingga mereka bisa menambah ilmu pengetahuan, hingga bermanfaat dan menjadi orang sukses dikemudian hari. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)