BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Ida Laila menekankan agar lantai dasar Pasar Ikan Mentaya jangan sampai dibiarkan rusak begitu saja dan harusnya segera dibenahi.
Dia menilai lantai saat ini sudah tidak representatif dan harus segera diperbaiki. Dari peninjauannya pasar ikan Mentaya di kompleks PPM Sampit yang pertama ia perhatikan dan jadi pekerjaan rumah dari pemerintah daerah adalah soal keramik lantai di pasar ikan itu.
Di situ sudah banyak yang pecah dan berpotensi membahayakan pengunjung. Ida Laila menekankan agar itu diperhatikan karena berpengaruh terhadap kebersihan dan kenyamanan pasar yang saat ini harus ditingkatkan.
Di sisi lain juga ia khawatir jika dibiarkan pasar itu akan ditinggalkan pada masanya nanti maka dari itu pedaganganya juga harus diedukasi untuk menjaga kebersihan.
Karena kata dia orang akan lebih senang jalan-jalan ke pasar modern seperti Hypermart apabila lokasi yang ada tidak diperhatikan kondisi kebersihannya.
--page
"Saat saya melakukan kunjungan pekan lalu di pagi hari. Bersama dengan kepala Dinas Perindagsar, pak Redy Setiawan. rehab keramik pasar ikan itu akan dilakukan di 2019 mendatang," kata dia, Selasa (27/11/2018).
Ida juga mengkritik bongkar muat ikan di daerah itu yang selama ini kata dia kerap jadi keluhan pengunjung pasar karena batas antara PPM dan Pasar ikan itu menimbulkan bau amis yang menyengat.
Bau amis yang ada dibatas PPM dan pasar ikan itu ternyata ditimbulkan karena aktivitas bongkar muat ikan di malam hari itu.
Ia menilai pembersihannya kurang maksimal sehingga terkena sinar matahari dan sampai siang menimbulkan bau tidak sedap. (NACO/b-6)








